PTK BAHASA INDONESIA SMP PWIM (BAB I)




BAB I

BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah 
Menulis merupakan satu dari beberapa ketrampilan bahasa yang harus dipelajari siswa. Dengan menulis, seseorang bisa menyampaikan gagasan, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Salah satu kelebihan menulis dibandingkan dengan berbicara adalah siswa memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk merangkai kata-kata guna menyampaikan gagasan, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Selain itu, kesalahan siswa tidak diketahui secara langsung oleh orang lain, sehingga siswa tidak perlu merasa takut.
Menulis tidak hanya sekedar menyusun/merangkai katakata, frasa, atau kalimat. Siswa perlu mengikuti aturan bahasa tertentu untuk bisa memproduksi tulisan yang bisa dipahami dan diterima oleh pembaca. Menurut rangkaian kelangsungan belajar bahasa yang diusulkan oleh Hammond, dan kawan-kawan (2003), menulis lebih baik diberikan kepada siswa SMP pada tingkat akhir. Namun ketrampilan menulis secara sederhana bisa diberikan kepada siswa sejak kelas VII. 
Tingkat literasi berbahasa Indonesia bagi siswa SMP adalah tingkat fungsional. Siswa diharapkan bisa berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti menulis pesan singkat, kartu ucapan/undangan, pengumuman, dan lain-lain.  

1
Meskipun tingkat literasi yang diharapkan dikuasai siswa hanyalah tingkat yang sangat sederhana, tetapi tidak mudah bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 13 .... semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 untuk mempraktikkannya. Banyak siswa (22 dari 29 atau ± 75,86%) kelas VIII SMP Negeri 13 .... tahun ajaran 2018/2019 pada semester ganjil tidak bisa mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional dan esei pendek sangat sederhana berbentuk prosedur untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat dengan baik. 
Untuk mengatasi permasalahan siswa tersebut, peneliti mencoba menerapkan strategi Picture Word Inductive Model guna membantu siswa dalam menemukan sebanyak mungkin kosa kata untuk kemudian disusun menjadi frase, kalimat, paragraf dan teks pendek sangat sederhana yang berbentuk prosedur untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat. Penelitian ini menarik dilakukan karena peneliti berasumsi bahwa siswa akan dapat menuliskan banyak kosa kata secara bersama-sama dengan menggunakan strategi tersebut.

B.       Identifikasi Masalah 
Menurut pengamatan, kesulitan siswa dalam mengungkapkan gagasan/pikiran dan perasaannya secara tertulis karena beberapa hal berikut:
1.      Siswa
a.       pembelajaran bahasa Indonesia pada sekolah sebelumnya belum optimal, karena hanya merupakan materi muatan lokal;
b.      ada banyak perbedaan aturan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Indonesia, seperti tulisan, konjugasi kata kerja, serta susunan frase benda, serta kata ganti orang;
c.       penguasaan kosa kata yang sangat minim oleh siswa.  
2.      Guru
a.       Pembelajaran menulis yang dilakukan oleh guru selama ini adalah dengan cara memberikan beberapa unsur kebahasaan yang diperlukan, memberikan beberapa contoh tulisan yang dikendaki, kemudian meminta siswa untuk membuat tulisan sejenis, tanpa asistensi guru;
b.      Guru berpedoman pada buku, bukan kurikulum, dalam mengajar, sehingga kurang variasi;
c.       Guru jarang menerapkan strategi-strategi yang menarik dalam mengajar. Sebagai akibatnya, siswa kurang bisa mengembangkan tulisan yang mereka susun. 

C.       Rumusan Masalah.
Dari berbagai gambaran di atas, bisa kita rumuskan permasalahannya sebagai berikut “Seberapa besar manfaat penggunaan strategi Picture Word Inductive Model dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 .... pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 dalam pembelajaran  menulis teks prosedur berbahasa Indonesia?”

D.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 .... pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 dalam pembelajaran menulis berbahasa Indonesia secara sederhana tentang berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan terdekat mereka terutama dalam mendeskripsikan benda, orang atau tempat tertentu dengan menggunakan strategi Picture Word Inductive Model. Dengan meningkatnya hasil belajar siswa, diharapkan hasil tulisan siswa menjadi lebih baik.

E.       Manfaat Penelitian.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat baik secara teoretis, praktis maupun pedagogis. Secara teoretis, hasil penelitian ini bermanfaat memberikan referensi bagi guru maupun peneliti lain untuk menerapkan atau mengembangkan strategi yang sama/berbeda dalam pembelajaran bahasa Indonesia/bahasa lain pada aspek yang sama/lainnya dengan kasus yang sama/berbeda.  Secara praktis, penelitian ini bisa bermanfaat bagi berbagai pihak.
1.    Bagi siswa
Siswa terbantu untuk mengungkapkan berbagai hal secara tertulis dengan menggunakan strategi Picture Word Inductive Model. Dengan strategi ini siswa akan lebih mudah untuk menemukan kosa kata sebanyak-banyaknya untuk kemudian disusun menjadi frase, kalimat, paragraf maupun teks, khususnya untuk mendeskripsikan benda, orang, atau tempat tertentu di sekitar mereka. Apa yang dilakukan siswa sendiri akan diingat lebih lama, dan akhirnya siswa akan mempelajari bahasa Indonesia dengan lebih mudah, terutama dalam mengungkapkan pikiran, perasaan dan gagasan mereka secara tertulis.  

2.    Bagi guru
Guru peneliti/lain bisa menerapkan metode yang sama guna meningkatkan pembelajaran pada aspek yang sama/lainnya, dengan permasalahan yang sama/berbeda.   Bagi Sekolah Peningkatan hasil belajar siswa dalam bahasa Indonesia akan ikut menaikkan prestasi sekolah, mengingat pelajaran bahsa Indonesia termasuk salah satu pelajaran yang diujikan secara nasional.  Secara pedagogis, penggunaan strategi Picture Word Inductive Model dalam pembelajaran menulis akan membuat siswa mendapatkan inspirasi  untuk menuliskan kosa kata sebanyak-banyaknya, apalagi kalau dilombakan.

0 Response to "PTK BAHASA INDONESIA SMP PWIM (BAB I)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel