Metode Inkuiri (Definisi, Tujuan, Strategi, Kelebihan dan Kekurangan)

1. Defenisi Metode Inkuiri
( Suparno, 2007 : hal 65) mengatakan bahwa salah satu metode mengajar yang sangat konstruktivistik adalah metode inkuiri (penyelidikan). Dalam metode ini siswa sungguh dilibatkan untuk aktif berpikir dan menemukan pengertian yang ingin diketahuinya. Dalam metode pembelajaran ini siswa dilibatkan dalam proses penemuan melalui pengumpulan datan dan tes hipotesis.
Secara inkuiri adalah proses dimana para saintis mengajukan pertanyaan tentang alam dunia ini dan bagaimana mereka secara sistematis mencari jawabnya. Welch mendefinisikan inkuiri sebagai proses dimana manusia mencari informasi atau pengertian, maka sering disebut a way of thought.
Kindsvatter, Wilen, & Ishler dalam buku ( Suparno, 2007: hal 65 ) lebih menjelaskan inkuiri sebagai model pengajaran dimana guru melibatkan kemampuan berpikir kritis siswa untuk menganalisis dan memecahkan persoalan secara sistematik.
Yang utama dari metode inkuiri adalah menggunakan pendekatan induktif dalam menemukan pengetahuan dan berpusat kepada keaktifan
siswa. Jadi bukan pembelajaran yang berpusat pada guru, melainkan kepada siswa. Itulah sebabnya pendekatan ini sangat dekat dengan prinsip kontruktivis, dimana pengetahuan itu di kontruksi oleh siswa. Yang pantas dicatat dari metode ini adalah isi dan proses penyelidikan diajarkan bersama dalam waktu yang bersamaan. Siswa melalui proses penyelidikan akhirnya sampai kepada isi pengetahuan itu sendiri.

2. Tujuan Metode Inkuiri
Menurut ( Qalbu, 2011 ) tujuan dari metode inkuiri adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam menemukan dan memproses bahan pelajarannya.
b. Mengurangi ketergantungan siswa pada guru untuk mendapatkan pelajarannya
c. Melatih peserta didik dalam menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya
d. Memberi pengalaman belajar seumur hidup

3. Strategi Pelaksanaan Metode Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah, yang dipertanyakan.
Jadi secara singkat dapat dikatakan strategi pembelajaran ini menekankan pada proses mencari dan menemukan inti dari suatu materi pelajaran. Guru hanya bertugas sebagai fasilitator dan pembimbing. Aktivitas pembelajaran dalam strategi ini biasanya dilakukan melalui proses Tanya jawab antara guru dan siswa. ada tiga ciri utama dari strategi pembelajaran inkuiri antaranya:
a. Penekanan kepada keaktifan siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan atau dengan kata lain siswa ditempatkan sebagai subyek belajar.
b. Seluruh aktifitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri.
c. Dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagaian dari proses mental. Jadi, dalam strategi pembelajaran ini, siswa tidak hanya dituntut untuk dapat memahami materi pelajaran tapi juga meningkatkan kemampuan berpikir.

4. Prinsip – Prinsip Pembelajaran Inkuiri
Menurut (Hosnan, 2013 : hal 342 ) prinsip-prinsip pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut :
a. Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari pembelajaran inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar, juga berorientasi pada proses belajar.
b. Prinsip interaksi
Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara peserta didik maupun interkasi peserta didik dengan pendidik, bahkan interaksi antara peserta didik dengan lingkunga. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatakan pendidik bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
c. Prinsip bertanya
Peran pendidik yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi ini adalah pendidik sebagai penanya, sebab kemampuan peserta didik untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Karena itu, kemampuan pendidik untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.
d. Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, melainkan belajar adalah proses berpikir, yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaaan otak secara maksimal.
e. Prinsip keterbukaan
Pembelajaran yang bermakana adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas pendidik adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

5. Langkah – Langkah Metode Inkuiri
Dibawah ini diuraikan secara lebih rinci langkah-langkah metode inkuiri agar menjadi jelas dan mudah dilakukan ( Kindsvatter, Wilen, & Ishler ) dalam ( Suparno, 2007: hal 66-68 ).
a. Identifikasi dan klarifikasi persoalan
Langkah awal adalah menentukan persoalan yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Sebaiknya persoalan yang ingin dipecahkan disiapkan sebelum memulai pelajaran. Persoalan sendiri harus jelas sehingga dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan perlu diidentifikasi dengan jelas dan diklarifikasi. Dari persoalan yang diajukan akan tampak jelas tujuan dari seluruh proses pembelajaran atau penyelidikan. Bila persoalan ditentukan oleh guru perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai oleh kemampuan siswa.
b. Membuat hipotesis
Langkah berikutnya siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementaar untuk jawaban itu. Inilah yang di sebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dulu. Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya. Hipotesis yang salah nantinya akan kentara setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh.
c. Mengumpulkan data
Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang fisika, biasanya untuk dapat mengumpulkan data, siswa harus menyiapakan suatu peralatan yang dapat digunakan dalam pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari peralatan, merangkai peralatan, dan mengoperasikan peralatan sehingga jalan dengan baik.
d. Menganalisi data
data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan hipotesis apakah benar atau tidak. untuk memudahkan menganalisi data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokan, diatur sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan mudah. biasanya disusun dalam suatu tabel biar mudah dibaca dan dianalisis. kadang sangat baik data disusun atau dikelompokan menurut : (1 ) yang menguatkan hipotesis, (2) yang melemahkan hipotesis, (3) yang netral. disini guru perlu campur tangan karena dari data yang banyak siswa kadang binggung untuk menentukan langkah selanjutnya.
e. Ambil kesimpulan
dari data yang telah dikelompokan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan degeneralisasi. setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokan dengan hipotesis asal, apakah hipotesa kita diterima atau tidak. setelah itu guru masi dapat meberikan catatan untuk menaytuka seluruh penelitian ini. sangat baik bila dalam mengambil keputusan siswa dilibatkan sehingga meraka menjadi semakin yakin bahwa meraka mengetahui secara benar. bila ternyata hipotesis mereka tidak dapat diterima, mereka diminta untuk mencari penjelasan mengapa demikian. guru dapat membantu dengan berbagai pertanyaan penolong.

6. Kelebihan Metode Inkuiri
Menurut Hosnan ( 2013, hal : 344 ) kelebihan dan kelemahan dari metode pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:
a. Pembelajaran inkuiri menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektof dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran inkuiri ini dianggap lebih bermakana.
b. Pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
c. Inkuiri merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
d. Pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, peserta didik yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh peserta didik yang lemah dalam belajar.

7. Kelemahan Metode inkuiri
a. Jika strategi ini dugunakan sebagai pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan peserta didik.
b. Pembelajaran inkuiri sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentuk dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar.
c. Kadang-kadang dalam mengimplementasikanya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering pendidik sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Selama criteria keberhasilan ditentukan oleh kemampuan peserta didik menguasai materi pelajaran, maka pembelajaran inkuiri ini akan diimplementasikan oleh setiap pendidik.

0 Response to "Metode Inkuiri (Definisi, Tujuan, Strategi, Kelebihan dan Kekurangan)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel